Tahap Analisis Metode Waterfall Untuk Penelitian

Tahapan Analisis Metode Waterfall Untuk Penelitian
(Tahapan Analisis Metode Waterfall Untuk Penelitian)

Tahap analisis adalah tahapan awal yang harus di lakukan dalam penelitian pada pengembangan sistem sesuai dengan topik masalah dengan cara menganalisa untuk mengumpulkan data. Tahapan analisis juga sering di katakan sebagai pangkal dari sebuah alur waterfall. Langkah-langkah yang ada di waterfall akan mengacu pada poin penting ini. Tahap analisa ini terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya adalah studi literatur, studi lapangan, analisis pengguna, analisis perangkat lunak, analisis perangkat keras.

Ini adalah tahap pertama, Untuk tahapan lain dalam waterfall dapat dibaca pada
Penjelasan Metode Waterfall pengembangan sistem


1. Studi Literatur

Studi literatur adalah proses pengumpulan sumber teori  yang akan di gunakan sesuai dengan kasus permasalahan yang ada. Dalam pengumpulan sumber ini harus benar-benar teliti sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, karena pada dasarnya Penelitian Boleh Salah Tapi Tak Boleh Bohong.

Proses pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan cara mengkaji teori-teori yang ada melalui buku, jurnal, paper atau sumber lain yang masih ada kaitannya dengan topik permasalahan. Pengkajian ini tidak harus sama persis dengan topik yang diambil, yang terpenting adalah adanya suatu kaitan antara topik yang diambil dengan topik yang ada di dalam literatur yang dikaji.

Baca : Pengertian, Contoh dan simbol Diagram pada UML


2. Studi Lapangan (observasi)

Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data secara langsung pada lokasi yang di maksud pada penelitian. Dengan adanya observasi, seorang peneliti akan mendapatkan data asli secara langsung (tidak dari pihak lain) seperti suasana yang ada di lapangan, catatan beberapa kejadian baik aktivitas atau pun perilaku, dokumentasi berupa rekaman suara, rekaman video, gambar dan lain-lain.

Data analisis inilah yang nantinya dapat digunakan untuk acuan sistem yang akan digunakan. Sehingga proses pengembangan sistem pun akan semakin mudah. Karena, semakin banyak data asli yang didapatkan maka semakin kecil pula tingkat kesalahan yang ada dalam penelitian tersebut.

Selain itu, banyaknya data didalam penelitian juga dapat dijadikan sebagai bukti autentik yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca : Software Pendukung untuk membuat Diagram

3. Analisis Pengguna

Tahap ketiga yang dapat dilakukan didalam tahap analisis adalah menganalisis dari segi penggunanya. Analisis pengguna ini berfungsi untuk mengetahui pengguna sistem yang akan dikembangkan dalam penelitian. Saat melakukan analisis pengguna, pastikan mendapat jawaban dari pertanyaan

"Siapa yang akan menggunakan sistem ini?"

Misal dalam pengembangan sistem seorang peneliti mengambil topik tentang pembuatan website siakad untuk sekolahan. Maka lakukan analisa secara langsung ke sekolahan yang dimaksud untuk mengetahui siapa saja yang akan menggunakan website terbut.
- Apakan hanya Siswa?
- Apakah hanya Guru?
- Apakah hanya Administrasi?
- Apakah Siswa dan Guru?
- Apakah Siswa dan Administrasi?
- Apakah Guru dan Administrasi?

Dengan adanya jawaban pasti maka penelitian tidak akan salah sasaran dalam melakukan pengembangan sistem. Sehingga dapat mempersempit kesalahan dalam penelitian.

4. Analisis Perangkat Lunak (Software)

Menganalisis perangkat lunak merupakan tahapan untuk mencari informasi lebih dalam tentang software yang nantinya akan digunakan oleh user setelah melakukan pengembangan sistem. Tahap ini lebih mengarah kepada kemauan antara pengembang sistem dan calon penggunanya nanti.

Dalam menganalisis software harus dipastikan bahwa semua yang diharapkan oleh calon pengguna dapat terpenuhi oleh pihak pengembang berdasarkan rincian data valid yang ada (data yang dapat dipertanggungjawabkan).

Selain itu, dengan adanya analisis perangkat lunak ini maka seorang peneliti akan mendapatkan kepastian tentang gambaran software yang akan dikembangkan.

5. Analisis Perangkat Keras (Hardware)

Tahap ini dilakukan setelah tahap ke 4 sudah terwujud. Setelah memiliki data pada tahap ke 4 maka selanjutnya adalah menganalisis kebutuhan perangkat keras sesuai dengan kebutuhan user.

Kumpulkan beberapa pertanyaan untuk mempermudah penelitian yang mengacu kedalam suatu kesepakatan antara user dan pengembang sesuai dengan tahap ke 4. Kemudian pertimbangkan dan cari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Contoh pertanyaan dapat berupa :
  • Hardware apa yang cocok untuk software tersebut?
  • Seperti apa spesifikasi minimum hardware yang harus dipenuhi untuk menjalankan aplikasi tersebut?
  • Apakah user memiliki hardware yang dimaksud?
  • Apakah user bersedia untuk menyediakan hardware yang dimaksud jika belum ada sebelumnya?
  • Apakah user benar-benar mampu mengoperasikan hardware tersebut?
  • dll.

6. Wawancara

Wawancara merupakan tahap pengumpulan data yang diperoleh dari narasumber langsung seperti pemilik sistem, pengguna sistem, atau lingkungan sistem. Banyak sekali cara untuk melakukan wawancara ini, namun sebaiknya menggunakan cara berikut dalam penelitian.

a) Tentukan tema

Menentukan tema merupakan langkah awal sebelum melakukan wawancara. Kumpulkan beberapa kajian sehingga mendapatkan topik bahasan yang bebar-benar sesuai dengan sistem yang akan di kembangkan. Penentuan tema ini dapat diambil dari topik penelitian yang dilakukan.

b) Kumpulkan informasi umum

Mengumpumpulkan beberapa informasi umum merupakan poin penting yang tidak boleh ditinggalkan sebelum melakukan wawancara .Hal ini bertujuan untuk memperluas wawasan seorang peneliti . Sehingga dalam proses wawancara tidak monoton dengan pertanyaan singkat tanpa adanya kondisi-kondisi lain.

Usahakan pertanyaan yang akan disampaikan adalah pertanyaan yang bersifat khusus (tidak ada di media umum seperti internet) yang mengarah ke penelitian.

c) Cari Narasumber

Memilih narasumber harus benar-benar tepat. Pastikan Narasumber yang dipilih merupakan Narasumber yang memungkinkan untuk menjawab semua pertanyaan yang nantinya akan diberikan kepadanya.

Dari contoh diatas dapat dipilih narasumber seperti guru, bagian administrasi atau kepala sekolah. Jika ragu, maka dapat mencari tahu sebelumnya saat melakukan observasi.

d) Membuat jadwal

Pastikan membuat jadwal antara seorang peneliti dan narasumber sebelum melakukan wawancara. Cara yang dapat dilakukan adalah mencari beberapa waktu luang antara narasumber dan seorang peneliti sehingga dapat menemukan hari yang sesuai untuk bertemu dan melakukan wawancara.

Setelah mendapat hari yang sesuai maka buatlah janji kepada narasumber terlebih dahulu untuk menghindari tertundanya wawancara.

e) Membuat daftar pertanyaan

Sebelum melakukan wawancara sebaiknya buatlah baris pertanyaan yang dapat menjawab penelitian yang dimaksud. Pertanyaan dasar yang harus disertakan adalah 5W+1H selebihnya tinggal pengembangan pertanyaan sesuai kondisi-kondisi lain.

5W+1H yang dimaksud adalah :
(Misal topik yang sedang diambil adalah siakad untuk sekolahan)

What (Apa)
- Apa yang dibutuhkan sekolahan tersebut?
- Apa Tujuan mengadakan/memperbarui sistem yang dibutuhkan?
- Apa yang dilakukan guru, siswa, administrasi dll  pada sistem sebelumnya?
- dll
Who (Siapa)
- Siapa yang akan menggunakan sistem baru ini?
- Siapa yang akan menjadi Administrator?
- Siapa yang menjadi peng-input data?
- dll
When (Kapan)
- Kapan sistem itu berjalan?
- Kapan rekapitulasi nilai siswa dilakukan pada sistem sebelumnya?
- Kapan siswa dapat memilih kelas pada sistem sebelumnya?
- dll
Where (Dimana)
- Dimana proses input data dilakukan pada sistem sebelumnya?
- Dimana melihat hasil rekapitulasi data pada sistem sebelumnya?
- Dimana guru/administrasi memberikan informasi terbaru kepada siswa pada sistem sebelumnya?
- dll.

How (Bagaimana)
- Bagaimana proses input data yang dilakukan  pada sistem sebelumnya?
- Bagaimana proses verifikasi pembayaran  pada sistem sebelumnya?
- Bagaimana proses penilaian siswa  pada sistem sebelumnya?
- dll.

Dalam proses wawancara ini sebaiknya mencari tahu sebanyak-banyaknya dengan menggunakan pertanyaan 5W+1H  pada sistem sebelumnya dan sistem baru yang akan di kembangkan.

Selain poin diatas sebenarnya masih banyak lagi cara untuk melakukan Analisis. Diatas merupakan perihal dasar yang sering dilakukan oleh para peneliti dalam menggunakan metode waterfall. Semoga artikel tentang Tahap Analisis Metode Waterfall Untuk Penelitian mudah dipahami sehingga dapat di jadikan referensi untuk menyelesaikan sebuah penelitan.

0 komentar :