Pahami Activity Diagrams Beserta Keterangan Simbol nya

Pahami Activity Diagrams Beserta Keterangan Simbol nya
(Pahami Activity Diagrams Beserta Keterangan Simbol nya)

Pentingnya Activity Diagrams dalam pengembangan sistem ini tidak dapat di pandang sebelah mata, karena dalam artikel saya sebelumnya sudah saya jelaskan bahwa aktivity ini masuk kedalam kelompok diagram terpenting dalam UML (Unified Modelling Language).

Untuk memahami activity diagrams ini tidaklah susah, namun tak gampang pula. Tapi jangan khawatir, dalam artikel sudah cukup lengkap dengan cara penerapan, penggunaan, contoh, dan keterangan simbol yang terdapat dalam activity diagrams.

Pengertian Menurut Pakar Ahli

Dalam buku Rosa A.S, dan Shalahuddin yang berjudul Perancangan sistem Informasi dan Implementasinya menyebutkan bahwa Activity diagrams adalah gambaran aliran kerja sebuah sistem yang ada pada perangkat lunak dan bukan gambaran prilaku actor.

Mudahnya begini,
Definisi Activity diagrams ialah suatu diagram yang menggambarkan sebuah alur kerja atau aktivitas di dalam sistem yang sedang dirancang. Alur atau aktivitas ini dapat berupa menu-menu atau proses bisnis yang terdapat didalam sistem tersebut. Di dalam buku Rosa yang menyebutkan bahwa diagram aktivitas tidak menggambarkan kelakuan Actor ini dapat diartikan bahwa dalam pembuatan activity diagrams hanya dapat digunakan untuk menggambarkan alur kerja atau aktivitas sistem saja.


Contoh Activity Diagrams

Untuk membuat diagram ini Anda dapat menggunakan Corel Draw, Photoshop, Microsoft Office dll. Namun, saya lebih suka menggambarnya di Edraw Max. Selain fiturnya yang lengkap Edraw max sangat mudah digunakan bahkan bagi kita yang awam. Berikut ini adalah contoh pembuatan Activity Diagrams untuk bagian Admin Penjualan dalam perancangan aplikasi Pengelolaan Data Pengiriman Barang.

Jika Anda belum memiliki atau belum tahu tentang edraw max silahkan download sekarang juga dengan klik link : Download Edraw Max Lisence Gratis Resmi Keluaran Pihak Edrawsoft

Admin Penjualan Masuk Tampil Menu Utama Keluar Kelola Admin Kelola Barang Kelola Pesanan Kelola Transportasi
Activity diagrams pada contoh diatas memiliki Swimline bernama Admin penjualan dan memiliki 7 Aktivitas yaitu :
  • Masuk
  • Tampil Menu Utama
  • Kelola Admin
  • Kelola Barang
  • Kelola Pesanan
  • Kelola transportasi
  • Keluar
Alur dari aktivitas sistem berawal dari aktivitas Masuk menuju aktivitas Tampil Menu Utama. Kemudian dari aktivitas Tampil Menu Utama menuju 4 percabangan (Desision) yakni :
  • Kelola Admin
  • Kelola Barang
  • Kelola Pesanan
  • Kelola Transportasi
Karena dari ke Empat Aktivitas diatas memiliki arah yang sama (ke arah aktivitas Keluar). Maka perlu adanya penggabungan untuk ke empat aktivitas ini. Penggabungan dilakukan dengan cara menambahkan Simbol Join. Lalu dari Join menuju Aktivitas Keluar (Garis alur pada Simbol Join yang menuju kearah Aktivitas Keluar cukup menggunakan 1 garis saja).
Untuk lebih jelasnya silahkan simak keterangan simbol berikut.

Simbol Activity Diagrams

No Simbol Keterangan
1 Simbol disamping bernama Initial Status atau dalam bahasa indonesia nya Status Awal. Simbol ini memiliki fungsi untuk menunjukan titik awal dimulainya suatu alur atau aktivitas dalam sistem.

Dalam penggambaran simbol hanya berbentuk lingkaran simetris yang berisi warna block (tanpa teks keterangan). Warna didalam simbol ini bebas, namun saya rekomendasikan untuk menggunakan warna hitam seperti gambar simbol disamping.
2 Kelola Barang Simbol ini bernama activity atau dalam bahasa indonesia nya Aktivitas. Dalam penerapannya, simbol ini memiliki fungsi untuk menandakan aktivitas yang terdapat di dalam sistem.

Simbol ini digambarkan dengan bentuk persegi panjang bersudut lengkung (tidak lancip) dan harus menyertakan keterangan berupa nama aktivitas di tengah simbol yang di awali dengan kata kerja.
3 Simbol disamping digunakan untuk menghubungkan antar simbol sesuai dengan arah alur sistem. Simbol ini tidak memiliki keterangan berupa teks (tidak seperti simbol nomor dua) berbentuk mirip seperti anak panah dan memiliki mata panah berupa sirip garis saja (bukan segitiga berisi).
4 Simbol disamping bernama Join atau dalam bahasa indonesia nya penggabungan. Simbol Join memiliki fungsi untuk menggabungkan beberapa aktivitas menjadi satu.

Misal, terdapat 3 aktivitas yang harus di gabungkan yakni "A","B", dan "C". Ketiga aktivitas tersebut memiliki alur yang sama misalnya ke aktivitas "D", maka 3 garis yang terdiri dari aktivitas "A","B" dan "C" ini di arahkan ke simbol Join. Kemudian dari Join di arahkan dengan menggunakan 1 garis kearah aktivitas "D". (Lihat contoh agar lebih jelas).
5 Simbol ini merupakan simbol untuk menandakan adanya suatu percabangan atau sering disebut Desision (If-Else) didalam sistem.

Dalam penggambarannya, Desision ini mirip dengan simbol desision pada Bagan Alir Dokumen. Hanya saja memiliki perbedaan pada keterangan yang dimuat. Dalam penulisannya desision tidak perlu menambahkan keterangan berupa teks didalamnya.
6 Simbol disamping bernama Final Status atau dalam bahasa indonesia nya sering disebut dengan Status Akhir. Simbol ini memiliki properti hampir sama dengan Initial status hanya saja ada sedikit penambahan yaitu terdapat garis lingkar di luar sisinya serta memiliki fungsi sebagai penanda berakhirnya suatu aktivitas yang ada didalam diagram.
7 Admin Penjualan Admin Penjualan Dalam Buku Kara Rosa A.S, dan Shalahudin, Simbol disamping disebut dengan Swimlane atau area berenang. Fungsi dari simbol ini adalah untuk mengelompokan aktivitas sistem sesuai dengan kelompok bagian atau organisasi yang bertanggung jawab Atas sistem. Semua aktivitas (simbol-simbol diatas) di atas harus diletakan dalam ruang Swimlane ini.

Misalnya kita akan membuat sistem dalam perusahaan dengan 3 bagian yaitu untuk bagian Administrasi, bagian pengadaan barang, dan bagian pengawasan. Maka dalam penggambarannya, ketiga bagian ini digambarkan kedalam 3 Swimlane activity.

Penerapan dan Penggunaan

Sebagai penerapan dan penggunaan sebenarnya sudah di singgung diatas yakni hanya berlaku untuk alur kerja atau aktivitas secara umum oleh sistem yang mengacu pada aktivitas bisnis atau menu yang terdapat didalamnya. Misalnya pengelola barang, pengelolaan pelanggan, pengelolaan admin dll.

Dalam pembuatannya, diagram ini harus di kelompokan menjadi beberapa bagian sesuai dengan Swimline yang akan dibuat. (penjelasan Swimline terdapat di keterangan simbol).

Penutup

Dengan adanya tulisan saya yang terbilang sangat sedikit ini, semoga dapat membantu teman-teman untuk memahami Activity Diagrams. Sebagian besar artikel ini  bersumber dari pengalaman saya ketika menyusun sebuah rancangan untuk pengembangan sistem yang tengah berjalan di salah satu perusahaan di lampung. Panduan yang saya gunakan adalah Buku karya "I Putu Agus Eka Pratama", "Tata Sutabri", "Rosa A.S, dan Shalahuddin".

0 komentar :