Penjelasan contoh cara membuat sequence diagram di UML

Penjelasan contoh cara membuat sequence diagram di UML
(Penjelasan contoh cara membuat sequence diagram di UML)

Pengertian Diagram Sequence

Diagrams sequence atau  sering disebut sequence diagrams dalam UML (Unified Modeling Language) adalah diagrams yang menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendiskripsikan waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek.

Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram ini maka harus diketahui objek-objek yang yang terlibat didalam use case beserta metode-metode yang dimiliki. Para pengembang sistem banyak sekali menggunakan metode-metode untuk mempermudah pengambaran sistem yang berjalan, seperti misalnya menggunakan Metode Waterfall.

Baca juga : Penjelasan Metode Waterfall dalam pengembangan sistem

Penerapan Diagram

Dalam artikel ini saya menggunakan panduan yang di berikan oleh beberapa pakar sistem informasi, diantaranya yakni Rosa A.S, Shalahudin, I Putu Agus Eka Pratama, Widorini Sunaryo, Tata Sutabri, Panduan UTI (Universitas Teknokrat Indonesia). Dengan beberapa panduan ini di harapkan akan memperkuat ulasan saya di artikel ini.

Penggambaran diagram ini dibutuhkan untuk melihat suatu skenario yang ada pada use case. Banyaknya sequence yang harus digambar setidaknya sebanyak pendefinisian use case yang memiliki. Sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka sequence yang harus dibuat pun semakin banyak.

Baca juga : Penjelasan Mudah Use Case Diagram di UML Modeling

Simbol Dalam Sequence Diagrams

Dengan memahami simbol-simbol ini diharapkan dapat mempermudah kita dalam penggambaran diagram sesuai dengan use case yang kita buat. Untuk tanda yang digunakan dalam diagram ini adalah sebagai berikut :
NoSimbolKeterangan
1 Simbol yang Pertama ini bernama Actor atau dalam bahasa indonesia nya aktor. Aktor ini mirip sekali dengan aktor yang ada didalam use case diagram. Fungsinya pun sama dengan aktor yang ada di use case diagram yakni untuk menandai bahwa ini adalah orang atau sistem luar yang memiliki hubungan dengan objek yang ada didalamnya.

Penggunaannya tidak hanya di peruntukan untuk orang saja, namun digunakan pula untuk sistem lain. Intinya simbol ini digunakan untuk suatu object yang terhubung dengan sistem yang akan kita buat nanti.

Dalam praktiknya, tanda ini diletakan di bagian paling atas dalam sequence diagram, berbentuk seperti orang dengan nama dibawahnya.
2 nama_actor Simbol ini sama saja dengan nomor satu diatas. Dalam penggunaan nama dll tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hanya saja penggambaranya yang berbeda. Berbentuk kotak dengan inisial berupa nama aktor didalam kotaknya.

Dari beberapa buku yang saya baca, dalam penggambarannya ada yang menggunakan garis bawah, ada pula yang tanpa garis bawah. Dalam pemberian nama untuk poin nomor satu dan dua ini harus mengandung kata benda suatu objek.
3 Gambar disamping di gunakan untuk menandakan garis hidup yang terdapat dalam sistem. Nama dari simbol ini adalah lifeline atau dalam bahasa indonesianya sering disebut garis hidup. Simbol digunakan untuk menandakan bahwa adanya tingkah laku pada aktor atau objek sistem yang di rujuk.

Penerapannya diletakan dibawah masing-masing actor atau objek dengan bentuk garis putus-putus tanpa di beri nama (hanya garis putus-putus saja).
4 object:class Nomor 4 disamping ini bernama Object atau dalam bahasa indonesia nya sering di sebut objek. Fungsi dari simbol ini adalah untuk menandakan objek-objek yang ada di dalam diagram.

Simbol ini bentuk kotak dan berisi nama objek dan nama kelas objek dan di pisahkan tanda titik dua (":"), namun dalam beberapa buku juga ada yang hanya menggunakan kelasnya saja. Jadi dalam penggunaan simbol ini tergantung pada patokan buku mana yang ingin anda gunakan.
5 Disamping ini bernama Lifetime atau dalam bahasa indonesia nya sering disebut dengan waktu hidup. Berbentuk kotak persegi panjang dengan arah ke bawah dan terletak di garis hidup pada suatu objek atau kelas tanpa menyertakan text (tanpa nama).

Panjang pendek nya tergantung banyaknya aktifitas yang terhubung di waktu hidup (lifetime). Dalam beberapa buku, penggunaan simbol ini tidak memiliki perbedaan.
6 1:FomDataBarang Simbol disamping bernama call atau dalam bahasa indonesia nya sering di sebut pemanggil. Simbol ini di gunakan untuk memanggil class sesuai dengan type keterangan yang ada pada simbol ini. Dalam penulisannya memiliki nomor urut sesuai dengan alur kerja suatu aktivitas dengan tanda pemisah titik dua (":").

Misalnya dalam sequence tombol memiliki perintah untuk membuka data form barang di menu utama.

Maka dalam penggambaran kita letakan digaris hidup nya menu utama kemudian diatas simbol call ini kita tambahkan text 1:FormData:Barang.
7 <<create>> Simbol disamping bernama Create yang dalam ucapan bahasa indonesia sering disebut dengan pembuat/membuat. Fungsi dari simbol ini adalah untuk membuat suatu objek lain dalam sequence.

Misalnya kita ingin menghubungkan ke data base untuk memanggil data barang. Maka kita membutuhkan tanda ini sebagai pembuat koneksi ke basis data dengan tujuan tabel data barang.

Simbol ini mirip dengan call namun terjadi sedikit perbedaan untuk penambahan text yang ada diatasnya. Dalam create ini harus menyertakan tanda "<<"dan ">>" dan menambahkan kata "create"di tengah tanda, contoh"<<create>>".
8 1:DataBarang Perhatikan dan bedakan disamping ini dengan ke dua simbol panah diatas. Yang ini memiliki bentuk seperti anak panah namu pada mata panahnya tidak berisi (hanya garis kosong).

Untuk penerapannya hampir sama dengan kedua simbol panah diatas yang membedakan hanya terletak pada fungsinya saja yaitu untuk menandakan adanya data yang di bawa kearah mata panah. Jadi silahkan bedakan sendiri pada kasus Anda antara panah pemanggil, pembuat dan pembawa data ini.
9 <<destroy>> Terakhir ini bernama destroy atau dalam bahasa indonesianya pemutus. Fungsi dari simbol ini adalah untuk memutuskan arus atau mematikan garis hidup yang ada pada objek atau kelas.

Perlu diperhatikan, Sebuah aktivitas yang menggunakan create harus diakhiri dengan tanda destroy dan garis hidup paling bawah di berikan tanda "X". Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan query di database kita.

Contoh Sequence Diagram

MenuUtama KelolaPesanan 1:FormDataPesanan() KoneksiBasisData 5:<<create>> Pesanan 6: <<create>> AdminPe enjualn 7: setIdPesanan() 9: setNamaPerusahaan() 10: setNomorTelepon() 11: setEmail() 22: execute 23: Close() 24:<<Destroy>> 44:<<Destroy>> 8: setNamaPemensan() 22: querySimpanPesansan() 21:open() 12: setAlamatJalan() 13: setNamaKota() 14: setNamaNegara() 15: setPesanMelalui() 16: setTglPesan() 17: setTglPermintaanBarang() 18: setJumlahBarang() 19: setTotalHarga() 20: setPengepakann() 3: data pesanan() 2:KelolaPesanan() 4: SimpanPesanan() 26: pesan()
Catatan :
dalam pembuatan sequence ini harus berpatokan pada use case yang kita buat sebelumnya. Untuk lebih lanjutnya kita pahami terlebih dahulu simbol yang ada di dalamnya.

Itulah sedikit ulasan saya mengenai Penjelasan contoh cara membuat sequence diagram di UML. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu Anda dalam pembuatan sebuah rancangan perangkat lunak. Artikel ini masih jauh dari kata sempurna oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman untuk memperbaiki tulisan saya ini.

Terima Kasih

0 komentar :